Kamis, 13 Juni 2013

Belajar berpuisi :)


Seketika aku membuka kembali folder-folder di netbook ku. Aku menemukan tulisan ini, tulisan yang mungkin bisa disebut sebagai sebuah puisi :). Jujur aku adalah orang yang susah membuat puisi, aku tidak bisa seperti orang-orang lain yang membuat puisi dengan indah dan bermakna. Tapi setelah aku kembali membaca tulisan ini, kembali aku teringat bahwa aku menulisnya dengan hati. Hasil tulisan yang terinspirasi dari sebuah video di youtube. Video yang sangat luar biasa menurutku :). Mungkin tata bahasa, gaya penulisan, dsb tidak sehebat teman-teman yang biasa membuat puisi. Hal terpenting bagi saya adalah bagaimana tulisan ini bisa menyentuh sisi emosional dan hati para pembaca, semoga bermanfaat, selamat membaca ^_^

Berbagi dari hati ke hati
(umi salamah, 19 Mei 2012)

Teman,, boleh kah aku cerita kepadamu?
Teman,, bolehkah kita saling berbagi?
Aku rasa ia,, karna kita diciptakan untuk berbagi bukan?
Aku tak peduli siapa aku
Aku juga tak peduli siapa kamu
Yang aku perdulikan bahwa kita adalah saudara
Saudara seperjuangan

Aku yakin setiap dari kita punya hal yang spesial di mata tuhan
Aku yakin Tuhan itu maha kasih pada setiap makhluknya
Khususnya makhluk yang bernama manusia
Manusia dilebihkan dari makhluk lain melalui akalnya

Hmmmm…
Tidak,, tidak hanya akal teman
Tuhan juga melengkapi kita dengan hati
Ya hati nurani
Itulah sebabnya aku ingin berbagi
Berbagi bersama kalian dari hati ke hati


Teman..
Suatu ketika aku tenggelam dalam sebuah video tepat dihadapanku
Video yang menggambarkan perjuangan yang  luar biasa
Kisah seorang manusia yang tak putus asa
Tak putus asa akan cobaan yang terbentang di hadapannya.
Seseorang yang mengalami  cidera kaki ketika ia mengikuti pertandingan

Teman..
Ia adalah atlet yang selalu mendapatkan juara
Namun, saat itu ia tak mampu berlari
geraknya terhenti
Ketika ia sudah berada  ditengah lapangan

Ia merintih kesakitan teman
Bak  gajah tersengat kalajengking
Terpikir olehku bagaimana jika aku berada di posisinya
Mungkin aku tidak akan meneruskannya

Tapi,, tahukah teman tiba-tiba datanglah seorang laki-laki menghampirinya
“Ayo nak jangan diteruskan lirih laki-laki tersebut kepada sang pelari sambil merangkulnya”
“Tidak, tidak ayah aku harus meneruskannya, sang pelari menjawab”
“Kau sedang cidera nak, lebih bahaya jika kau meneruskannya”
“Tidak ayah, aku harus menyelesaikannya”
“Baiklah nak ayah akan menemanimu menyelesaikannya”

Tahukah kau teman betapa air mataku tak berhenti tumpah dihadapkan  video tersebut
Bagaimana perjuangan sang pelari untuk mencapai garis finish
Ia berlari pelan-pelan  dengan satu kaki terangkat
Dengan sentuhan hangat, Ayahnya merangkulnya menuju garis finish
Betapa ia tak putus asa
Betapa ia semangat untuk menyelesaikan perjuangannya
Walau ia tahu ia tak akan memenangi pertandingan seperti sebelumnya

Tahukan teman walaupun ia tak dapat memenangkan pertandingan
Ia mendapatkan beribu tepuk tangan dari penonton yang hadir
Ia adalah seorang pemenang di hati khalayak ramai stadion
Betapa bulu kudukku merinding melihat  peristiswa itu

Teman…
Sang pelari mengajarkan kita semua
Bahwa hidup bukanlah mencari sebuah kemenangan
Bahwa hidup adalah perjuangan yang harus kita selesaikan
Seperti layaknya sang pelari yang tidak putus asa untuk terus berjuang
Berjuang untuk menyelesaikan, bukan meraih kemenangan

Satu lagi teman
Jangan takut, jangan pernah takut
Bahwa akan selalu ada orang disamping kita
Orang yang tulus membantu kita
Layaknya bantuan tulus dari ayahnya kepada sang pelari
Dan tentunya pertolongan Tuhan kepada kita
Kepada kita yang tak pernah putus asa dan bersemangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar